Pengalaman
saya selama berada di UNIVERSITAS ITB BANDUNG sangat
mengesankan, menggembirakan,dan terharu. Pertama kali saya menginjak kan kaki
saya ke dalam kampus ITB saya merasa waooo menakjubkan sekali, saya merasa ada
yang berbeda di dalam kampus itu. Kampus ini pasti beda, dari cara dosennya
mengajarkan mata kuliah ke pada mahasiswa/mahasiswinya dengan cara yang bagus dan baik. Dan dosennya
juga berkompeten.
Dan
pada hari pertama masuk kita semua calon mahasiswa/mahasiswi ITB diajarkan
banyak sekali pelajaran yang selama ini kami tidak tahu mungkin kami sudah
mengetahuinya tapi tidak kami lakukan, tidak kami kerjakan. Dan saya juga
mendapatkan teman baru dari luar daerah bukan hanya teman dari daerah saya saja
tapi dari daerah lain juga, bukan itu saja saya juga mendapatkan pengalaman,
pelajaran yang sangat penting dalam hidup saya. Kami calon mahasiswa/mahasiswi
ITB diajarkan banyak sekali pelajaran yang sangat penting bagi diri kami semua.
Dan orang yang membimbing kami
selama 2 hari itu dia adalah orang yang sangat-sangat baik, pintar, lucu, tegas
dan istimewah. Beliau memang sudah tua tapi semangatnya luar biasa dan tegas di
situlah saya belajar dari beliau sejak pertama kali saya melihat beliau saya
kira beliau itu galak tapi itu tidak benar beliau tidak galak tapi tegas.
Beliau mengajarkan kita itu harus tegas, berani, cepat dan tepat waktu.
Kita juga diajarkan beliau bagaimana
menjadi seorang wirausaha yang sukses, baik dan jujur beliau juga mengajarkan
kita kalau sebagai wirausaha itu kita harus memiliki 3 S yaitu : SENYUM,
SALAM,
dan SAPA.
Seorang wirausaha itu harus memiliki ke-3 itu. Beliau juga mengajarkan sesuatu yaitu dari sebuah permainan dari sebuah
permainan saja kita bisa belajar bagaimana dengan yang lain-lain?
Dan di hari ke-2 juga sama beliau
juga mengajarkan kita berwirausaha kenapa beliau mengajarkan kita berwirausaha?
Karena, beliau ingin menjadikan kita semua menjadi wirausaha yang berkualitas
bagus, baik, bersih dari apapun dan jujur. Beliau juga mengajarkan kita semua
agar kita semua menggunakan otak/pikiran,usaha dan doa agar tercapai semua apa
yang kita impikan selama ini.
Di
hari ke-2 tepatnya lagi hari terakhir masa out bond ini beliau mengajarkan kita
sesuatu yang sangat bermanfaat bagi kami semua beliau memutarkan sebuah video
tentang si kendi, ada 2 kendi, kendi pertama bagus dan kendi ke-2 ini sudah
bocor lalu dia berkata pada si ibu yang punya kendi maafkan saya ibu saya merasa
malu karena saya tidak dapat menyirami bunga ibu dengan air yang sedikit ini, lalu si ibu pun tertawa si ibu
berkata kamu tidak usah bersedih dan malu karna berkat kamulah bunga-bunga yang
ada di pinggir jalan itu subur kelihatan segar, wangi dan indah dilihat jika
bukan karna mu mungkin bunga yang seindah dan sebagus ini tidak akan subur.
Jadi setelah beliau menyetel video tersebut saya bisa belajar dari kendi itu
kita tidak boleh malu.
Beliau juga membuat sebuah permainan
yang di bantu oleh panitia dari mahasiswa/mahasiswi ITB dan semua permainan itu kita bisa ambil
kesimpulannya :
·
permainan pertama
memasukkan bola ke
dalam ember menggunakan 2 tali, dari permainan ini di butuhkan konsentrasi ,
tenang dan fokus.
·
Permainan ke dua
Memasukkan kelereng ke
dalam pipa menggunakan bambu dan setiap 1 orang memegang 1 bambu dan yang
lainnya bertugas mengambil kelereng, memasukkan kelereng dan bertugas memegangi
pipa. Di sini kita juga di ajarkan supaya kita bekerja sama, konsentrasi, kompak
dan fokus. Kenapa setiap 1 orang memegang 1 bambu? Karena kita harus
bertanggung jawab kepada apa yang telah di kasih, di berikan ke pada kita, dan kita juga dapatkan,
kerjakan, lakukan itu dengan penuh
tanggung jawab.
·
Permainan ketiga
Kita di suruh melewati
jaring laba-laba dan tidak boleh kena nah disini jaring laba-laba di anggap
tantangan, rintangan dan halangan terus bagaimana kita melewatinya? Kita harus
bekerja sama, kompak, fokus dan konsentrasi apapun itu halangannya jika di
kerjakan dengan bersama-sama pasti BISA.
Beliau
juga mengatakan jika kita berwirausaha menawarkan sebuah produk lalu kita di
tolak maka kita jangan putus asa kita mesti semangat, berpikir, berusaha, dan
berdoa setelah itu lanjutkan lagi menawarkan, setelah di tawarkan di tolak lagi
ya coba lagi sampai berhasil kita jangan putus asa kita harus yakin kalau kita
itu bisa. Seperti saya kita semua di suruh sama beliau untuk menjualkan sebuah
produk yaitu bolpoin dan buku dengan harga yang sangat besar dan saya mencoba
menjual, menawarkan dagangan saya kepada masyarakat, saya berkeliling
menawarkan dagangan saya dan saya banyak sekali di tolak oleh masyarakat dan
saat itu saya kesal, marah, jengkel kenapa dagangan saya selalu ditolak terus
di situ saya kesal.
Tapi
entah kenapa saya teringat omongannya beliau dan saya juga melihati teman saya
yang sama seperti saya sedang menawarkan dagangannya saya lihatin aja kenapa
dagangannya dia bisa laku ya? Kenapa saya punya tidak? Ternyata setelah saya
melihat teman saya berjualan dengan mudahnya saya berusaha mencoba berpikir
ulang dan berdoa bagaimana saya punya dagangan bisa habis dan setelah dapat
alhamdulillah dagangan saya yang tadinya masih banyak kini sudah habis terjual
semua. Di situ saya mulai berpikir ternyata orang yang berjualan dari pagi sampai
sore samapai malam ternyata seperti ini toh rasanya, tidak mudah juga berjualan dengan di tolak bolak-balik yang
seperti itu pasti tidak mudah. Jadi kita jangan pernah putus asa, kita jangan
merasa malu, kita harus berusaha, semangat dan jangan mau di remehkan oleh
orang lain apa lagi di remehin keluarga sendiri jangan sampai jika kita gagal
jangan pantang arah kita tunjukkan kepada semua bahwa kita itu bisa.
Demikian
yang dapat saya tuliskan mudah-mudah bisa bermanfaat bagi kita semua, apabila dalam
penulisan saya ini ada kesalahan saya sebagai penulis minta maaf.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar