Selasa, 12 Agustus 2014

Pengalaman





Pengalaman saya selama berada di UNIVERSITAS ITB BANDUNG sangat mengesankan, menggembirakan,dan terharu. Pertama kali saya menginjak kan kaki saya ke dalam kampus ITB saya merasa waooo menakjubkan sekali, saya merasa ada yang berbeda di dalam kampus itu. Kampus ini pasti beda, dari cara dosennya mengajarkan mata kuliah ke pada mahasiswa/mahasiswinya  dengan cara yang bagus dan baik. Dan dosennya juga berkompeten.
            Dan pada hari pertama masuk kita semua calon mahasiswa/mahasiswi ITB diajarkan banyak sekali pelajaran yang selama ini kami tidak tahu mungkin kami sudah mengetahuinya tapi tidak kami lakukan, tidak kami kerjakan. Dan saya juga mendapatkan teman baru dari luar daerah bukan hanya teman dari daerah saya saja tapi dari daerah lain juga, bukan itu saja saya juga mendapatkan pengalaman, pelajaran yang sangat penting dalam hidup saya. Kami calon mahasiswa/mahasiswi ITB diajarkan banyak sekali pelajaran yang sangat penting bagi diri kami semua.
            Dan orang yang membimbing kami selama 2 hari itu dia adalah orang yang sangat-sangat baik, pintar, lucu, tegas dan istimewah. Beliau memang sudah tua tapi semangatnya luar biasa dan tegas di situlah saya belajar dari beliau sejak pertama kali saya melihat beliau saya kira beliau itu galak tapi itu tidak benar beliau tidak galak tapi tegas. Beliau mengajarkan kita itu harus tegas, berani, cepat dan tepat waktu.
            Kita juga diajarkan beliau bagaimana menjadi seorang wirausaha yang sukses, baik dan jujur beliau juga mengajarkan kita kalau sebagai wirausaha itu kita harus memiliki 3 S yaitu : SENYUM, SALAM, dan SAPA. Seorang wirausaha itu harus memiliki ke-3 itu. Beliau juga mengajarkan  sesuatu yaitu dari sebuah permainan dari sebuah permainan saja kita bisa belajar bagaimana dengan yang lain-lain?
            Dan di hari ke-2 juga sama beliau juga mengajarkan kita berwirausaha kenapa beliau mengajarkan kita berwirausaha? Karena, beliau ingin menjadikan kita semua menjadi wirausaha yang berkualitas bagus, baik, bersih dari apapun dan jujur. Beliau juga mengajarkan kita semua agar kita semua menggunakan otak/pikiran,usaha dan doa agar tercapai semua apa yang kita impikan selama ini.
           

Di hari ke-2 tepatnya lagi hari terakhir masa out bond ini beliau mengajarkan kita sesuatu yang sangat bermanfaat bagi kami semua beliau memutarkan sebuah video tentang si kendi, ada 2 kendi, kendi pertama bagus dan kendi ke-2 ini sudah bocor lalu dia berkata pada si ibu yang punya kendi maafkan saya ibu saya merasa malu karena saya tidak dapat menyirami bunga ibu dengan air yang  sedikit ini, lalu si ibu pun tertawa si ibu berkata kamu tidak usah bersedih dan malu karna berkat kamulah bunga-bunga yang ada di pinggir jalan itu subur kelihatan segar, wangi dan indah dilihat jika bukan karna mu mungkin bunga yang seindah dan sebagus ini tidak akan subur. Jadi setelah beliau menyetel video tersebut saya bisa belajar dari kendi itu kita tidak boleh malu.
            Beliau juga membuat sebuah permainan yang di bantu oleh panitia dari mahasiswa/mahasiswi  ITB dan semua permainan itu kita bisa ambil kesimpulannya :
·         permainan pertama  
memasukkan bola ke dalam ember menggunakan 2 tali, dari permainan ini di butuhkan konsentrasi , tenang dan fokus.
·         Permainan ke dua
Memasukkan kelereng ke dalam pipa menggunakan bambu dan setiap 1 orang memegang 1 bambu dan yang lainnya bertugas mengambil kelereng, memasukkan kelereng dan bertugas memegangi pipa. Di sini kita juga di ajarkan supaya kita bekerja sama, konsentrasi, kompak dan fokus. Kenapa setiap 1 orang memegang 1 bambu? Karena kita harus bertanggung jawab kepada apa yang telah di kasih, di berikan  ke pada kita, dan kita juga dapatkan, kerjakan, lakukan  itu dengan penuh tanggung jawab.
·         Permainan ketiga
Kita di suruh melewati jaring laba-laba dan tidak boleh kena nah disini jaring laba-laba di anggap tantangan, rintangan dan halangan terus bagaimana kita melewatinya? Kita harus bekerja sama, kompak, fokus dan konsentrasi apapun itu halangannya jika di kerjakan dengan bersama-sama pasti BISA.

Beliau juga mengatakan jika kita berwirausaha menawarkan sebuah produk lalu kita di tolak maka kita jangan putus asa kita mesti semangat, berpikir, berusaha, dan berdoa setelah itu lanjutkan lagi menawarkan, setelah di tawarkan di tolak lagi ya coba lagi sampai berhasil kita jangan putus asa kita harus yakin kalau kita itu bisa. Seperti saya kita semua di suruh sama beliau untuk menjualkan sebuah produk yaitu bolpoin dan buku dengan harga yang sangat besar dan saya mencoba menjual, menawarkan dagangan saya kepada masyarakat, saya berkeliling menawarkan dagangan saya dan saya banyak sekali di tolak oleh masyarakat dan saat itu saya kesal, marah, jengkel kenapa dagangan saya selalu ditolak terus di situ saya kesal.
Tapi entah kenapa saya teringat omongannya beliau dan saya juga melihati teman saya yang sama seperti saya sedang menawarkan dagangannya saya lihatin aja kenapa dagangannya dia bisa laku ya? Kenapa saya punya tidak? Ternyata setelah saya melihat teman saya berjualan dengan mudahnya saya berusaha mencoba berpikir ulang dan berdoa bagaimana saya punya dagangan bisa habis dan setelah dapat alhamdulillah dagangan saya yang tadinya masih banyak kini sudah habis terjual semua. Di situ saya mulai berpikir ternyata orang yang berjualan dari pagi sampai sore samapai malam ternyata seperti ini toh rasanya, tidak mudah juga  berjualan dengan di tolak bolak-balik yang seperti itu pasti tidak mudah. Jadi kita jangan pernah putus asa, kita jangan merasa malu, kita harus berusaha, semangat dan jangan mau di remehkan oleh orang lain apa lagi di remehin keluarga sendiri jangan sampai jika kita gagal jangan pantang arah kita tunjukkan kepada semua bahwa kita itu bisa.

Demikian yang dapat saya tuliskan mudah-mudah bisa bermanfaat bagi kita semua, apabila dalam penulisan saya ini ada kesalahan saya sebagai penulis minta maaf.

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar